Pages

Subscribe:

Senin, 30 April 2012

SETTING DSLR ANDA..

Optimalkan setting  manual pada kamera anda

Biasa jadi semenjak pertama seseorang membeli kamera digital, mode yang senantiasa dipakainya untuk memotret adalah mode AUTO. Alasan pertama karena mode ini memang menjadi mode yang paling mudah dipakai dan relatif bisa diandalkan pada berbagai macam situasi tanpa takut hasil fotonya akan mengecewakan. Alasan kedua mungkin karena kebetulan pada kamera digital itu hanya tersedia mode AUTO saja, sehingga ‘terpaksa’ tidak bisa berkreasi lebih jauh dengan mode manual. Memang pada umumnya kamera digital berjenis point-and-shoot dirancang amat simpel dan tidak dilengkapi dengan banyak fitur manual layaknya kamera prosumer. Namun bagi anda yang memiliki kamera dengan fitur manual, masihkah anda tetap memakai mode AUTO setiap saat?
Artikel ini akan mengajak anda untuk mengoptimalkan fitur-fitur manual yang ada pada kamera digital anda. Sebagai langkah awal, pertama tentunya adalah kenali dulu fitur manual apa saja yang tersedia di kamera anda, mengingat tiap kamera memiliki spesifikasi yang berbeda. Coba kenali dan periksa kembali spesifikasi kamera anda, akan lebih baik bila semua fitur manual di bawah ini tersedia pada kamera anda :
  • Manual sensitivity/ISO, artinya pada kamera tersedia pilihan untuk menentukan nilai sensitivitas sensor/ISO mulai dari AUTO, 100, 200, 400 hingga 1600. Ada kamera yang bahkan untuk menentukan nilai ISO sepenuhnya adalah AUTO, ada kamera yang nilai ISO terendahnya di 50, dan ada kamera yang sanggup mencapai ISO amat tinggi (3200, 6400 hingga 10000). Artikel soal ISO ini pernah saya buat disini.
  • Advance Shooting Mode : P (Program), A (Aperture Priority), S (Shutter Priority), M (Manual). Lebih lanjut akan kita bahas nanti.
  • Exposure Compensation (Ev), digunakan untuk mengkompensasi eksposure ke arah terang atau gelap. Apabila eksposure yang ditentukan oleh kamera tidak sesuai dengan keinginan kita, fitur ini dapat membantu. Naikkan Ev ke arah positif untuk membuat foto lebih terang dan turunkan untuk mendapat foto yang lebih gelap. Biasanya tingkatan/step nilai Ev ini dibuat dalam kelipatan 1/3 atau 1/2 step.
  • Manual focus, suatu fitur yang tidak begitu banyak dijumpai di kamera saku. Berguna apabila auto fokus pada kamera gagal mencari fokus yang dimaksud, seperti pada objek foto yang tidak punya cukup kontras untuk kamera mengunci fokus (karena kerja auto fokus kamera berdasar pada deteksi kontras).
  • Manual White Balance, untuk mendapatkan temperatur warna yang sesuai dengan aslinya. Bermacam sumber cahaya yang berlainan sumbernya memiliki temperatur warna (dinyatakan dalam Kelvin) berbeda-beda, sehingga kesalahan dalam mengenal sumber cahaya akan membuat warna putih menjdi terlalu biru atau terlalu merah. Umumnya semua kamera digital termasuk kamera ponsel telah memiliki fitur auto White Balance yang bisa beradaptasi pada berbagai sumber cahaya. Namun sebaiknya kamera anda memiliki keleluasaan untuk mengatur White Balance secara manual seperti Daylight, Cloudy, Tungsten, Flourescent dan manual adjust.
  • Flash intensity level, berguna untuk mengubah-ubah kekuatan cahaya dari lampu kilat pada kamera. Hal ini kadang berguna saat hasil foto yang diambil dengan lampu kilat ternyata terlalu terang atau justru kurang terang.
Fitur manual manakah yang paling berdampak langsung pada kualitas hasil foto? Karena fotografi adalah permainan cahaya (exposure) dimana tiga unsur pada kamera yang menentukan adalah Shutter speed (kecepatan rana), Aperture (diafragma) dan ISO, maka fitur manual paling penting menurut saya adalah fitur manual P/A/S/M dan fitur manual ISO (sejauh yang saya amati, apabila sebuah kamera telah memiliki fitur P/A/S/M, maka kamera tersebut juga telah memiliki fitur manual ISO). Pada prinsipnya, kamera (dan fotografer) akan berupaya untuk menghasilkan sebuah foto yang memiliki eksposure yang tepat. Artinya, foto yang dihasilkan semestinya tidak boleh terlalu gelap atau terlalu terang. Gelap terangnya foto yang dibuat oleh kamera ditentukan dari ketiga faktor tadi, dimana :
  • shutter bertugas mengatur berapa lama cahaya akan mengenai sensor (atau film pada kamera analog), dinyatakan dalam satuan detik. Semakin singkat kecepatan shutter maka semakin sedikit cahaya yang masuk, dan demikian pula sebaliknya. Biasanya kamera memiliki kecepatan shutter mulai dari 30 detik hingga 1/4000 detik.
  • aperture memiliki tugas mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke lensa (dengan memperbesar atau memperkecil ukuran difragma), dinyatakan dalam f-number berupa skala pecahan mulai yang terbesar hingga terkecil (contoh : f/2.8, f/3.5, f/8 dsb). Nilai f-number kecil menandakan bukaan diafragma besar, sedang nilai f besar menunjukkan bukaan diafragma kecil. Nilai maksimum dan minimum dari diafragma suatu kamera ditentukan dari lensanya, dan nilai ini akan berubah seiring dengan perubahan jarak fokal lensa.
  • ISO menentukan tingkat sensitivitas sensor terhadap cahaya sehingga semakin tinggi nilai ISO maka sensor akan semakin peka terhadap cahaya meski dengan resiko meningkatnya noise pada foto. Faktor ISO ini menjadi pelengkap komponen eksposure selain shutter dan aperture, terutama saat kombinasi shutter dan aperture belum berhasil mendapatkan nilai eksposure yang tepat.
Pada kamera terdapat suatu alat ukur cahaya yang fungsinya amat penting dalam menentukan eksposure yang tepat. Alat ukur ini dinamakan light-meter, fungsinya adalah untuk mengukur cahaya yang memasuki lensa, biasa disebut dengan metering (biasanya terdapat dua macam pilihan metering pada kamera, yaitu average/multi segment/matrix dan center weight/spot). Hasil pengukuran ini dikirimkan ke prosesor di dalam kamera dan digunakan untuk menentukan berapa nilai eksposure yang tepat. Setidaknya inilah cara kerja semua kamera yang diopersikan secara otomatis melalui mode AUTO.
Tidak semua foto yang diambil memakai mode AUTO memberikan hasil eksposure yang memuaskan. Terkadang nilai shutter dan aperture yang ditentukan secara otomatis oleh kamera tidak sesuai dengan keinginan kita. Untuk itu keberadaan fitur manual P/A/S/M dapat membantu mewujudkan kreatifitas kita dan pada akhirnya bisa membuat foto yang lebih baik.
Inilah hal-hal yang bisa anda lakukan dengan fitur manual eksposure P/A/S/M pada kamera anda :
  1. Program mode (P). Huruf P disini kadang artinya diplesetkan sebagai ‘Pemula’ karena sebenarnya di mode ini hampir sama seperti memakai mode AUTO (oleh karena itu mode P ini relatif aman untuk dipakai sebagai mode standar sehari-hari). Bila pada mode AUTO semua parameter ditentukan secara otomatis oleh kamera, maka pada mode P ini meski kamera masih menentukan nilai shutter dan aperture secara otomatis, namun kita punya kebebasan mengatur nilai ISO, white balance, mode lampu kilat dan Exposure Compensation (Ev). Tampaknya tidak ada yang istimewa di mode P ini, tapi tunggu dulu, beberapa kamera ada yang membuat mode P ini lebih fleksibel dengan kemampuan program-shift. Dengan adanya program-shift ini maka kita bisa merubah variasi nilai pasangan shutter-aperture yang mungkin namun tetap memberikan eksposure yang tepat (konsep reciprocity) . Bila kamera anda memungkinkan program-shift pada mode P ini, cobalah berkrerasi dengan berbagai variasi pasangan nilai shutter-aperture yang berbeda dan temukan perbedaannya.
  2. Aperture-priority mode (A, atau Av). Mode ini optimal untuk mengontrol depth-of-field (DOF) dari suatu foto, dengan cara mengatur nilai bukaan diafragma lensa (sementara kamera akan menentukan nilai shutter yang sesuai). Aturlah diafragma ke bukaan maksimal (nilai f kecil) untuk mendapat foto yang DOFnya sempit (objek tajam sementara latar belakang blur) dan sebaliknya kecilkan nilai diafragma (nilai f tinggi) untuk mendapat foto yang tajam baik objek maupun latarnya. Biasanya pada lensa kamera saku, bukaan diafragma maksimal di f/2.8 (pada saat wide maksimum) dan bukaan terkecil berkisar di f/9 hingga f/11 (tergantung spesifikasi lensanya). Namun dalam situasi kurang cahaya, memperkecil diafragma akan membuat eksposure jadi gelap, untuk itu biarkan nilai diafragma pada posisi maksimal saat memotret di tempat yang kurang cahaya.
    Aperture priority modeAperture priority mode pada DSLR
  3. Shutter-priority mode (S, atau Tv). Mode ini kebalikan dari mode A/Av, dimana kita yang menentukan kecepatan shutter sementara kamera akan mencarikan nilai bukaan diafragma yang terbaik. Mode ini berguna untuk membuat foto yang beku (freeze) atau blur dari benda yang bergerak. Dengan memakai shutter amat cepat, kita bisa menangkap gerakan beku dari suatu momen olahraga, misalnya. Sebaliknya untuk membuat kesan blur dari suatu gerakan (seperti jejak lampu kendaraan di malam hari) bisa dengan memakai shutter lambat. Memakai shutter lambat juga bermanfaat untuk memotret low-light apabila sumber cahaya yang ada kurang mencukupi sehingga diperlukan waktu cukup lama untuk kamera menangkap cahaya. Yang perlu diingat saat memakai shutter cepat, cahaya harus cukup banyak sehingga hasil foto tidak gelap. Sebaliknya saat memakai shutter lambat, resiko foto blur akibat getaran tangan akan semakin tinggi bila kecepatan shutter diturunkan. Untuk itu gunakan fitur image stabilizer (bila ada) atau gunakan tripod. Sebagai catatan saya, nilai kecepatan shutter mulai saya anggap rendah dan cenderung dapat mengalami blur karena getaran tangan adalah sekitar 1/30 detik, meski ini juga tergantung dari cara dan kebiasaan kita memotret serta posisi jarak fokal lensa. Pada kecepatan shutter sangat rendah di 1/8 detik, pemakaian stabilizer sudah tidak efektif lagi dan sebaiknya gunakan tripod.
  4. Manual mode (M). Di level mode full-manual ini, fotograferlah yang bertugas sebagai penentu baik nilai shutter dan aperture. Light-meter pada kamera tetap berfungsi, namun tidak digunakan untuk mengatur nilai eksposure secara otomatik melainkan hanya sebagai pembanding seberapa jauh eksposure yang kita atur mendekati eksposure yang diukur oleh kamera. Di mode ini dibutuhkan pemahaman akan eksposure yang baik, dalam arti fotografer harus mampu untuk mengenal kondisi cahaya pada saat itu dan dapat membayangkan berapa nilai shutter dan aperture yang diperlukan. Bila variasi kedua parameter ini tidak tepat, niscaya foto yang dihasilkan akan terlalu terang atau terlalu gelap. Namun bila sukses memakai mode manual ini, kita bisa mendapat foto yang memiliki eksposure yang baik melebihi foto yang diambil dengan mode AUTO, Program, Aperture-priority ataupun Shutter-priority. Contohnya pada saat mengambil foto sunset di pantai dimana dibutuhkan feeling yang tepat akan eksposure yang diinginkan.
Dengan memahami fungsi-fungsi dari sitting manual pada kamera, diharapkan kita mau mencoba-coba berkrea dengan setting tersebut dan mendapat hasil yang memuaskan. Selamat berkeria

ISO/NOISE/MODE METERING.

Seringkali dalam dunia fotografi digital kita dibuat bingung oleh istilah ISO dan noise. Adakalanya dalam membeli kamera digital kita menjumpai sebuah kamera saku yang mengklaim mampu dipakai hingga ISO 3200 atau bahkan lebih. Atau pernahkah anda frustasi karena hasil foto yang diambil penuh dengan bintik-bintik noise yang mengganggu saat memakai ISO tinggi? Ada baiknya kita mengenal lebih jauh mengenai istilah-istilah ini agar nantinya motret makin PeDe.
Sebagai pembuka, bolehlah sekedar mengingat kembali bahwa dasar fotografi adalah bermain dengan cahaya, dimana banyak sedikitnya cahaya yang ditangkap oleh kamera dipengaruhi oleh berapa kecepatan shutter dan besarnya bukaan diafragma. Dalam era fotografi film dikenal dengan nilai ASA pada film yang menandakan sensitivitas film tersebut terhadap cahaya. Istilah ISO pada fotografi digital (mengacu pada standar ISO 12232) pun ekuivalen seperti ASA untuk film, dimana dalam hal ini ISO menyatakan nilai sensitivitas sensor pada kamera digital.
Sensor chipSensor, baik CCD maupun CMOS, adalah komponen utama dari sebuah kamera digital, yaitu berupa sekeping cip silikon yang tersusun atas jutaan piksel yang peka cahaya. Pada saat gambar yang datang dari lensa mengenai sensor maka tiap-tiap piksel tersebut akan menangkap energi cahaya yang datang dan merubahnya menjadi besaran sinyal tegangan. Seberapa sensitif sensor mampu menangkap cahaya inilah yang dinyatakan oleh besaran ISO. Setiap sensor memiliki nilai ISO dasar/ISO normal yaitu nilai sensitivitas terendah dari sensor yang umumnya ekuivalen dengan ISO50 hingga ISO200 (tergantung jenis dan merk kamera). Pada nilai ISO normal ini kepekaan sensor terhadap cahaya berada pada level terendah sehingga dibutuhkan cukup banyak cahaya untuk mendapatkan foto dengan exposure yang tepat. Oleh karena itu umumnya ISO normal hanya dipakai saat pemotretan outdoor di siang hari.
ISO selectorUntuk mengukur cahaya, istilahnya metering, kamera memiliki sistem pengukur cahaya (light meter) yang menginformasikan seberapa banyak cahaya yang akan masuk mengenai sensor. Apabila cahaya yang diterima sensor terlalu rendah (kadang kamera memberi warning low light pada layar LCD) maka pilihan yang ada untuk menjaga exposure adalah dengan memperbesar diafragma, melambatkan shutter, dan/atau menaikkan nilai ISO. Pada kamera saku yang serba otomatis, nilai shutter dan diafragma akan ditentukan secara otomatis oleh kamera berdasarkan hasil pengukuran cahaya. Apabila pada kondisi kurang cahaya kombinasi shutter dan diafragma tidak mampu menghasilkan exposure yang tepat, barulah nilai ISO perlu dinaikkan. Apabila mode ISO pada kamera diset ke AUTO, maka kamera akan menaikkan nilai ISO secara otomatis. Pada kamera yang memungkinkan untuk dapat menentukan nilai ISO secara manual, nilai ISO yang lebih tinggi dapat kita pilih dalam faktor kelipatan mulai dari 200, 400, 800, 1600 hingga 3200. Bahkan kini kamera digital terbaru mulai menawarkan kemampuan ISO 6400 untuk sensitivitas ekstra tinggi.
ISO rendah dan ISO tinggiPerlu dicatat bahwa dengan nilai ISO yang lebih tinggi juga memungkinkan pemotretan dengan kecepatan shutter yang lebih cepat. Hal ini dikarenakan ISO tinggi memberikan sensitivitas tinggi sehingga kamera tidak memerlukan banyak cahaya untuk mendapat exposure yang tepat. Shutter cepat ini bermanfaat untuk membuat objek yang bergerak jadi nampak diam. Istilahnya, membekukan objek (lihat gambar perbandingan di samping). Penggunaan ISO rendah (misalnya ISO 100) akan membuat shutter kurang cepat (misal 1/20 detik) untuk mampu menangkap gerakan si anak. Dengan menaikkan ISO (misal ISO 800), didapat nilai shutter yang lebih cepat (misal 1/200 detik) sehingga si anak jadi nampak diam. Terkadang pada kamera yang tidak dilengkapi stabilizer, pemakaian ISO tinggi juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah gambar menjadi blur. Dengan ISO tinggi diharapkan getaran tangan yang biasanya rawan membuat gambar blur bisa dihindari karena shutter yang lebih cepat.
ISO400 sampleSayangnya peningkatan ISO juga akan membawa efek negatif yang tidak diinginkan. Meningkatkan ISO berarti meningkatkan sensitivitas sensor, sehingga sinyal yang lemah pun dapat menjadi kuat. Masalahnya, pada proses kerja sensor juga menghasilkan noise yang mengiringi sinyal aslinya. Bila ISO dinaikkan, noise yang awalnya kecil pun akan ikut menjadi tinggi. Noise yang tinggi akan tampak mengganggu pada hasil foto dan muncul berupa titik-titik warna yang tidak enak untuk dilihat. Masalah noise ini akan lebih parah apabila jenis sensor yang digunakan adalah sensor berukuran kecil, seperti yang umum dipakai pada kamera saku. Kenapa? Karena sensor kecil memiliki ukuran titik/piksel yang kecil juga, dan secara teori piksel kecil lebih rentan terhadap noise dibandingkan piksel berukuran lebih besar. Oleh karena itulah kamera digital SLR lebih baik dalam menghasilkan foto pada ISO tinggi, karena kamera DSLR memakai sensor yang lebih besar (dan lebih mahal biaya produksinya).
Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi noise? Pertama tentunya sebisa mungkin hindari pemakaian ISO terlalu tinggi. Namun apabila terpaksa mamakai ISO tinggi, kamera digital masa kini telah memiliki sistem pengurang noise (Noise Reduction/NR) yang secara otomatis akan mencoba memperhalus hasil foto sebelum disimpan menjadi sebuah file. Tiap merk kamera punya ‘pendekatan’ tersendiri untuk mengatasi noise ini. Bisa jadi merk A akan sedikit menerapkan NR sehingga foto tampak masih agak noise namun memiliki detail lebih baik. Merk B bisa saja memakai NR terlalu berlebih sehingga foto yang dihasilkannya bersih dari noise namun detilnya ikut hilang. Sayangnya sampai saat ini belum ada metoda NR yang mampu menghilangkan noise namun sekaligus mempertahankan detail foto dengan sama baiknya. Apabila untuk kebutuhan fotografi ternyata banyak membuat foto dengan memakai ISO tinggi, sebaiknya memakai kamera profesional dengan sensor berukuran besar (2/3 inci, APS-C atau Full Frame 35mm) yang memiliki Signal to Noise ratio yang baik, sehingga efek dari noise ini dapat dikurangi.
Kesimpulan
  • Nilai ISO dalam fotografi digital menyatakan sensitivitas dari sensor yang dipakai pada kamera digital.
  • Untuk hasil foto terbaik gunakan nilai ISO terendah dari kamera digital.
  • Apabila melalui pengaturan shutter dan diafragma tetap tidak bisa didapat exposure yang tepat (biasanya pada kondisi cahaya rendah) maka bisa dicoba menaikkan nilai ISO.
  • Selain untuk pemotretan saat cahaya rendah, pemakaian ISO tinggi juga cocok untuk mencegah blur akibat getaran tangan (apabila kamera tidak dilengkapi fitur stabilizer) atau untuk fotografi kecepatan tinggi, karena ISO tinggi memungkinkan pemakaian shutter lebih cepat dibanding ISO rendah.
  • Menaikkan nilai ISO akan membuat efek samping adanya noise pada hasil foto.
  • Membiarkan mode ISO dalam posisi AUTO bisa jadi dapat membuat kamera otomatis menaikkan nilai ISO terlalu tinggi bila digunakan pada tempat yang kurang cahaya, alternatifnya aturlah nilai ISO secara manual dengan disesuaikan kondisi pemotretan.
  • Metoda Noise Reduction (NR) dapat digunakan untuk mengurangi noise yang muncul, namun idealnya proses NR tetap mampu sedapat mungkin mempertahankan detail foto supaya tetap tajam.
  • Sebaiknya kamera yang digunakan memiliki sensor berukuran lebih besar dibanding kamera pada umumnya sehingga efek dari noise ini dapat dikurangi.
TIP MEMILIH MODE METERING

Tips memilih mode metering yang tepat

2009 Jun 2009
Banyak dari kita yang masih belum mantap dalam memilih mode metering yang digunakannya saat memotret. Padahal mode metering adalah fitur standar kamera digital, bahkan hingga kamera ponsel modern pun kini sudah menyediakan fitur ini. Kali ini saya coba membuat tulisan soal tips memilih mode metering yang tepat, dengan harapan kita bisa mendapat foto dengan eksposure yang baik di setiap kondisi pencahayaan.
Fotografi adalah bermain dengan cahaya, dimana kendali akan cahaya ditentukan dari tiga komponen eksposure yaitu shutter, aperture dan ISO. Dalam menentukan nilai eksposure ini, kamera mengukur intensitas cahaya yang masuk melalui lensa dan proses ini dinamakan dengan istilah metering. Pada prinsipnya kamera akan berupaya menjaga eksposure yang pas dimana foto yang dihasilkan memiliki area gelap (shadow), area tengah/grey (midtone) dan area terang (highlight) yang berimbang. Tidak seperti mata manusia, sensor pada kamera digital (atau film pada kamera analog) punya rentang sensitivitas terhadap cahaya yang tidak terlalu lebar sehingga ada saja kasus dimana kamera gagal mereproduksi kondisi aktual di lapangan dalam sebuah foto. Contoh yang paling mudah ditemui adalah terjadinya highlight clipping atau area terang yang detailnya sudah hilang dan ini sering dijumpai pada foto dengan kontras tinggi. Sebaliknya, sebuah foto bisa dikatakan tidak tepat eksposurenya bila banyak area shadow yang terlalu gelap sehingga bisa dibilang under-eksposure.
Pilihan mode metering disediakan untuk mengakomodir berbagai kondisi pemotretan yang pasti punya banyak variasi pencahayaan, mulai dari siang terik, kontras tinggi hingga tempat yang kurang cahaya. Pilihan mode yang umum dijumpai pada kebanyakan kamera digital yaitu :
  • multi segment/evaluative/matrix : mengukur cahaya pada keseluruhan bidang foto
  • center weight : mengukur cahaya dengan prioritas utama pada area tengah foto
  • spot : hanya mengukur cahaya di titik kecil tertentu dan mengabaikan cahaya di area lainnya
Kita kupas satu per satu ya….
matrix
Pada mode metering yang pertama, yaitu multi segment/evaluative/matrix metering, kamera menentukan eksposure berdasarkan perata-rataan pengukuran cahaya di seluruh bidang foto.  Caranya, sensor pada modul light meter dibagi ke dalam beberapa area kecil lantas kamera mengukur intensitas cahaya di tiap-tiap area tadi. Selanjutnya kamera akan mengkalkulasi rata-rata dari intensitas cahaya dan menentukan eksposure yang sesuai. Inilah mode yang dianggap paling memberikan eksposure yang paling tepat dan punya akurasi yang tinggi.
Pada mode ini, semakin banyak area yang menjadi referensi pengukuran maka akan semakin presisi hasil perhitungannya, dan semakin kecil resiko metering kamera meleset. Mode ini jadi mode ‘default’ untuk kebanyakan situasi pemotretan dan bisa diandalkan untuk dipakai sehari-hari. Masalahnya, ada situasi dimana mode ini bisa tertipu, seperti saat ada cahaya yang lebih terang diluar objek foto dan bisa mengacaukan kalkulasi kamera.
center weight
Di mode kedua, yaitu center weight, kamera masih mengandalkan pengukuran dari banyak area sensor namun lebih memprioritaskan pengukuran pada bidang tengah foto dan cenderung mengabaikan intensitas cahaya di luar area tengah itu. Dengan memakai mode metering ini, area tengah yang umumnya jadi subjek foto, bisa mendapat eksposure yang lebih tepat. Mode ini cocok untuk potret wajah atau kebutuhan lain yang memang mementingkan eksposure yang tepat pada bagian tengah foto. Namun untuk foto landscape, mode ini kurang cocok karena pada foto landscape tiap bagian pada foto punya arti yang sama pentingnya.
spot
Di mode ketiga yang bernama spot metering ini kamera hanya mengukur cahaya pada sebidang titik kecil (sekitar 5% dari bidang foto) dan akan mengabaikan 95% area selain titik tadi. Mode ini berguna untuk memotret di tempat yang pencahayaannya amat kompleks dimana bila tidak memakai mode spot maka tidak akan didapat eksposure yang sesuai. Pada kamera DSLR, spot meter bisa disinkronkan dengan titik AF yang ada sehingga kamera akan mengukur spot meter pada titik AF yang dipilih (tidak selalu harus ditengah).
Kasus yang umum membutuhkan kita untuk memakai spot meter adalah saat keseluruhan bidang foto lebih terang atau lebih gelap dari objek yang akan difoto. Namun bila salah memakai mode ini, foto yang dihasilkan bisa jadi terlalu terang atau gelap, maka itu perlu banyak berlatih.
Perlu diingat bahwa nilai eksposure tidak ada standar pasti. Kita hanya mengandalkan mata untuk menilai apakah foto yang dihasilkan sudah memiliki eksposure yang tepat (kadang foto yang agak gelap atau agak terang tidak berarti foto itu gagal). Bila menurut kita ternyata foto yang dihasilkan oleh kamera belum sesuai dengan keinginan, bisa dikompensasikan dengan kompensasi eksposure (Ev) ke arah negatif (lebih gelap) atau positif (lebih terang). Bisa juga bermain kuncian eksposure (exposure lock), bila kita ingin berkreasi lebih kreatif lagi..
Jadi, tips yang saya bisa sharing disini :
  • mode evaluative/matrix cocok untuk dipakai sehari-hari, apalagi bila area yang difoto relatif rata pencahayaannya
  • bila ingin mendapat akurasi eksposure yang baik di bagian tengah foto, gunakan center weight
  • center weight juga cocok dipakai bila ada backlight di belakang objek foto
  • gunakan spot meter bila kita gagal mendapat eksposure yang tepat pada objek foto memakai mode lainnya
  • bila kamera anda tidak ada mode spot meter, alternatifnya gunakan partial metering (seperti EOS 1000D)
  • bila eksposure yang diberikan kamera masih belum memuaskan, siasati dengan bermain Ev ke arah plus (terang) atau minus (gelap)
  • banyak berlatih dengan berbagai mode metering dan amati perbedaannya
Semoga bermanfaat, diskusikan soal pengalaman anda seputar metering lewat komentar di bawah ini ya….

IMAGE STABILIZER

Bagi pengguna sistem Nikon dan Canon, faktor lensa yang mempunya stabilizer (VR untuk Nikon dan IS untuk Canon; VR bermaksud Vibration Reduction manakala IS bermaksud Image Stabilizer) selalu dipertimbangkan terutamanya apabila seseorang itu ingin membeli lensa telephoto. Pada lensa yang mempunya spesifikasi sama seperti Nikkor 70-300mm f4-5.6, terdapat versi VR dan non-VR dengan perbezaan harga antara keduanya adalah 4 kali ganda. Adakah stabilizer dalam fotografi digital begitu berharga?
1a
Sistem IS dalam lensa yang digunakan oleh Canon
1b
Sistem IS dalam badan kamera yang digunakan oleh Sony
Terdapat 2 jenis sistem stabilizer - Nikon dan Canon memasangnya di dalam lensa, manakala Sony, Pentax dan Olympus penggunakan IS pada sensor di dalam kamera. Kedua-duanya mempunya sensor pengesan gegaran dan cip khas akan melakukan pengiraan yang mana menggerakkan sebuah motor ultrasonic untuk mengurangkan kesan gegeran. Untuk sistem IS pada lensa, motor tersebut akan menggerakkan satu kumpulan elemen dalam lensa yang bertindak untuk membetulkan kesan gegaran sebelum cahaya masuk ke kamera. Oleh itu kesan IS dapat dilihat melalui viewfinder. Sistem IS dalam kamera pula tidak mempunya elemen tambahan dan hanya menggerakkan sensor supaya ‘mengejar’ imej yang bergerak disebabkan kamera yang bergegar.
Sistem IS di dalam kamera membolehkan semua jenis lensa menikmati teknologi IS, ini termasuklah lensa daripada apa jua jenama dan model asalkan boleh dipasang pada kamera tersebut. Konsep ini jelas memberikan kelebihan ekonomi dan kepelbagaian. Satu lagi kelebihannya ialah ia tidak memerlukan elemen tambahan dalam lensa oleh itu sistem IS sebegini tidak mempengaruhi kualiti imej. Kelebihan bagi sistem IS dalam lensa pula ialah setiap cip IS dan elemen IS boleh direka dan diprogram untuk mendapatkan hasil optimum untuk lensa terbabit.
Berbalik kepada persoalan sejauh mana keberkesanan sistem IS ini, adalah penting untuk faham fungsi IS. Saya letakkan sebegini:
  1. Fungsi utama IS ialah untuk membolehkan foto dirakam pada kelajuan shutter yang lebih rendah daripada biasa, tanpa kesan gegaran. Umumnya kelajuan shutter adalah 1/(jarak fokus pada format  35mm). Contohnya lensa 100mm untuk kamera APS-C Nikon memerlukan kelajuan shutter 1/150 saat tanpa IS. Dengan IS, kelajuan boleh dikurangkan.
  2. IS hanya membantu mengurangkan gegaran pada kamera atau lensa. Ia langsung tidak membantu untuk membekukan pergerakan subjek.
  3. IS membolehkan imej dirakam jelas pada kelajuan shutter yang lebih rendah yang mana sukar akibat kesan gegaran tangan namun ada hadnya.
  4. Kesan IS kepada pengguna adalah berbeza. Jurugambar baru biasanya mendapat lebih manafaat kerana kurang mahir dengan posisi memegang kamera. Jurugambar yang mahir boleh mengurangkan kesan gegaran dengan teknik tertentu. Oleh itu IS hanya membantu sedikit sebelum fungsinya mencecah had keberkesanan.
  5. IS lebih membantu pada jarak fokus yang tinggi pada lensa telephoto kerana kesan gegaran digandakan.
  6. IS meningkatkan penggunaan bateri.
Kesan IS adalah lebih kepada meningkatkan peratusan foto yang elok pada kelajuan shutter tertentu. Ini kerana kesan gegaran adalah rawak dan banyak dipengaruhi oleh faktor fizikal jurufoto. Jika anda mendapat 50% gambar yang tajam pada kelajuan tertentu, dengan IS peratusan mungkin meningkat kepada 70-80% dengan kelajuan yang sama. Kesan ini adalah rawak kerana ia bergantung kepada gegaran tangan anda ketika menekan shutter release button pada masa yang tertentu.
Tiada benchmark khusus untuk menilai keberkesanan IS antara berbagai jenama. Apa yang diwartakan dalam kempen pemasaran tidak seharusnya dijadikan ukuran kerana keberkesanan IS adalah relatif pada individu.  Contohnya, jika saya menggunakan lensa 100mm, saya boleh mengambil foto yang jelas pada 1/40 saat dengan bergantung kepada pengalaman dan kemahiran. Jika saya guna IS, boleh dapat 1/20 saat yang memberikan kelebihan 1EV. Individu lain yang kurang berpengalaman mungkin memerlukan 1/160 saat tanpa IS dan hanya perlu 1/40 saat dengan IS. Justeru memberikan kelebihan 2EV. Benchmark patut dilakukan oleh individu sendiri untuk menilai sejauh mana IS berkesan kepada teknik fotografi beliau.
Oleh Amir Ridhwan untuk ahli fototeacher group

CAHAYA

Cahaya adalah elemen penting untuk menghasilkan karyafoto. Jika cahaya tiada, senifoto tidak dapat dihasilkan.
Cahaya tidak dapat di pisahkan dari warna. Hasilnya dalam cahaya ada warna. Cahaya umpama lagu dan irama (nayan ahmad, 1993 – Teknik Fotogarafi Warna – selepas ini jadi: n.a.1993. TFW)
Dalam cahaya ada warna yang boleh dihasilkan agar karya foto menjadi lebih menarik. Tidak semestinya warna yang pudar akan menghasilkan karyafoto yang tidak bermutu
Cahaya matahari merupakan cahaya yang paling bermutu dan terbaik. Tapi cahaya bantuan seperti cahaya Studio, Flash, Bulan, lilin, lampu rumah dan bandar diperlukan agar karyafoto boleh dihasilkan.
Saya ingin membawa anda mengenali cahaya agar boleh mengasilkan karya foto cara bersopan, dan bermutu. Sebab dalam semua hal, ramai beranggapan, foto mesti tajam, terang, kontras.
Karya yang bagaimana perlukan cahaya terang, suram, kurang. Oleh itu saya mahu menerangkan bagaimana cahaya itu diolah menjadi karya bermutu.
Bagi menghasilkan foto rakaman di majlis-majlis, cahaya yang terang dengan bantuan flash, lampu studio amat diperlukan.Dalam perniagaan, menghasilkan foto di majlis-majlis rasmi atau tidak rasmi, foto yang terang akan menarik perhatian pelanggan. Tidak guna menghasilkan foto pudar, kabur. Merakam foto di majlis perkahwinan, sambutan harijadi, khatam quran, lawatan orang-orang besar. Biasanya cahaya yang digunakan ialah bersumberkan flash. Cara memilih flash sila rujuk Bab Flash.
Untuk menghasilkan karya potrek, berbagai cara boleh dihasilkan. Kalau anda menggunakan flash itu adalah salah satu cara yang mudah. Gunakan teknik lantulan cahaya dari silling, dari reflektor dan sebagainya. Hasilnya tidak kurang menarik.
Menghasilkan potret juga tidak semestinya hanya dengan cahaya, tapi anda boleh hanya menggunakan reflektor khas, yang boleh dibeli atau direka sendiri.
Umumnya cahaya boleh di maksimumkan atau diminimumkan dalam beberapa lokasi. Tapi harus diingatkan cahaya ada ketogerinya.
Cahaya Daylight adalah golongan cahaya seperti matahari, flash, flash studio. Cahaya ini mengeluarkan bewarna biru. Cahaya ini akan menghasilkan foto tanpa mengubah warna asal objek. Cuma jangan menggunakan filem Tungsten jika tidak anda akan memperolehi foto kebiruan. Untuk maksud ini sila rujuk Bab Filem untuk mengenali filem Tungsten
Cahaya Tungsten pula ialah satu cahaya yang akan menghasilkan perubahan pada foto jika anda menggunakan filem Daylight. Cahaya ini dihasilkan oleh cahaya lampu di bandar-bandar, rumah, bangunan, stadium. Namun jika anda menggunakan flash dalam cahaya itu, hasil foto akan berubah menjadi normal. Merakam foto seperti di persembahan teater tidak boleh menggunakan cahaya flash. Justeru, anda hendaklah menggunakan filem ASA tinggi.
Dalam penyelidikan saintifik, ada cahaya-cahaya lain yang diperlukan untuk kerja-kerja merakam. Hasil-hasil penyelidikan saintifik harus dirakamkan tanpa bantuan cahaya flash, kecuali cahaya asli. Umpamanya untuk merakam sempel di cahaya Ultra Violet, Cahaya Florosen. Seseorang karyawan foto mestilah mahir menggunakan filem-filem seperti filem Segera (Instant filem – contoh Polaroid Film).
Warna cahaya juga memainkan peranan penting dalam menghasilkan foto. Oleh itu menghasilkan foto dari kemerahan cahaya tungsten juga tidak menjadi kesalahan. Contohnya menghasilkan karya dengan menampakkan kemerahan cahaya yang wujud disekitaran pentas teater. Foto-foto begini membeli impak bahawa suasana pementasan ketika itu tegang.
Nayan Ahmad dalam bukunya; n.a.1993-TFW warna yang terhasil menerangkan keadaan, sifat suasana sewaktu rakaman dilakukan. Hamzah Hurmin dalam bukunya: Fotogarafi – 1992 berkata, warna merah boleh menyegarkan mata memandang!
Cahaya dapat menimbulkan mood pada gambar.
Dalam siri ini anda akan diterangkan bagaimana berinteraksi dengan cahaya agar karya yang dihasilkan akan bermutu.
Mengikut pengalaman, menghasilkan foto landskap amat baik jika dilakukan antara jam 10 pagi – 3 petang bergantung pada cuaca , jika mendung atau hujan ini tidak memungkinkan cahaya akan bermutu. Waktu begini cahaya akan memberi keadaan kontras
Menghasilkan potret adalah sesuatu bidang yang amat digemari oleh karyawan foto. Jika suatu masa dulu saya perhatikan, ramai karyawan foto berbangsa cina menggunakan studio, kini telah ramai diantara mereka suka merakamkan foto diluar seperti di taman-taman bunga. Namun mereka terkehadapan kerana membuka satu kedai menyewa pakaian pengantin.
Tapi menurut, B.Schmachtenberg (German) beliau lebih suka membawa studio ke rumah pelanggannya. Kerana disamping memberi keselesaan kepada pelanggan, beliau akan dilayan secara mesra. Namun begitu beliau sendiri memiliki studio di halaman rumahnya. Dan saya fikir karyawan foto di negara kita boleh melakukannya. Cuma yang menjadi masalah jika kita hanya memiliki rumah teres yang halamannya sempit!?
Sudut cahaya penting ketika melakukan rakaman. Sudut cahaya dibahagikan kepada enam. Cahaya depan, belakang, sudut kanan, sudut kiri, bawah dan atas.
Bagi rakaman foto untuk passport, cahaya perlu disimbah dari sudut kanan dan kiri. Studio professional menggunakan cahaya studio sama ada menggunakan reflektor atau payung. Ada juga jurufoto amatur dengan berani menggunakan teknik Bounce flash. Hasilnya baik cuma kadang kala ada kesan bayang pada dagu. Jika tidak bernasib baik terdapat kesan bayang seperti janggut!
Tapi pada karya kreatif, karyawan foto boleh menggunakan teknik satu sudut cahaya dengan meletakkan reflektor agar sudut yang tidak mempunyai cahaya, tidak terlalu gelap.
Ada juga kerja fotografi yang memerlukan cahaya dari sudut bawah. Teknik ini diperlukan agar kesan bayang pada objek akan hilang. Kebanyakan kerja-kerja fotografi saintifik memerlukan teknik ini.

ARTIKAL RAHIM OSMAN ALAM SENIFOTO

LENS COATING

Terdapat pelbagai jenis lensa di pasaran dan setiap satu memberikan kualiti yang berbeza. Lensa kamera dibina dengan menggabungkan beberapa elemen kaca dalam bentuk dan susunan tertentu. Antara tujuan kombinasi elemen ini adalah untuk menghindarkan kesan seperti distortion (Herotan) dan warna yang tidak seimbang. Secara umumnya, kualiti imej meningkat dengan jumlah glass element yang digunakan kerana lebih banyak kecacatan optik dapat dibuang. Sebagai contoh, penggunaan elemen ED (Extra Low-Dispersion) dapat mengurangkan kesan chromatic aberration. Tetapi dengan lebih banyak elemen, kesan pantulan cahaya adalah lebih tinggi kerana setiap elemen akan memantulkan sedikit cahaya pada permukaannya. Pantulan ini mengurangkan kualiti imej dan jumlah cahaya yang dihasilkan oleh lensa tersebut.
3a
Pantulan pada permukaan sensor
Satu masalah yang timbul dengan DSLR ialah permukaan sensor kamera digital turut memantulkan cahaya. Apabila pantulan daripada sensor dipantulkan kembali oleh lensa, kecacatan imej yang dikenali sebagai ghosting terhasil. Pada imej tersebut akan kelihatan cahaya berbentuk seakan-akan bulat atau cincin yang tidak begitu jelas. Flare pula adalah kesan apabila cahaya berpantul dan berselerak di dalam lensa lalu menyebabkan kontras tidak seimbang. Kesan sebegini biasanya berlaku apabila lensa dihadapkan ke arah punca cahaya yang kuat.
3b
Kesan pantulan dalaman mencacatkan foto seperti tompok biru di sini.
Untuk mengurangkan kesan sebegini, lensa moden diselaputi oleh satu selaput yang dinamakan lens coating yang mengurangkan pantulan. Teknologi coating adalah satu cabang penting dalam industri optik kerana coating yang sesuai memberi kesan kepada imej daripada lensa tersebut. Kesan yang lebih elok boleh diperolehi dengan menggunakan beberapa lapisan coating atau lebih dikenali sebagai multi-coating (MC). Perbezaan lapisan coating boleh dilihat jelas daripada contoh ini.
3c
Zuiko 35mm f2.8 single coat
3d
Zuiko 35mm f2.8 multi coat
Nikon membina Nano Crystal Coating yang menggunakan lapisan zarah yang amat halus supaya cahaya dalam spektrum tertentu tidak dipantulkan pada permukaan lensa. Canon pula menggunakan teknologi SWC dengan zarah coating yang tidak sekata dan mempunyai ketumpatan berbeza pada permukaan elemen. Lapisan coating bersegi pada SWC menyebabkan cahaya tidak dapat dipantulkan dengan sempurna dan ini mengurangkan kekuatan pantulan.
Beberapa model lensa yang baru di pasaran menggunakan teknologi coating terkini dan menghasilkan imej yang lebih elok berbanding model lama. Ini adalah antara ciri-ciri lensa yang kurang diberi perhatian oleh pengguna tetapi banyak mempengaruhi kualiti imej yang dihasilkan. Pengeluar seperti Nikon ada mengeluarkan lensa model lama dengan tambahan Nano Coating yang baru seperti Nikkor AF-S 60mm f2.8 macro.
Oleh Amir Ridhwan untuk FOTOTEACHERCOM

PILIH LENS YANG SESUAI…

PILIH LENS YANG SESUAI…

“Apakah lensa yang terbaik patut saya beli?” – Ini adalah salah satu soalan yang paling banyak saya terima. Susah sebenarnya untuk menjawab soalan ini dengan tepat. Lensa yang terbaik untuk anda bergantung kepada bajet dan keperluan fotografi anda. Terdapat berpuluh jenis lensa di pasaran bagi setiap jenama. Setiap satunya mempunyai fungsi yang tersendiri.
Untuk mengetahui apakah lensa yang patut anda beli, pertama sekali anda perlu tahu, subjek apakah yang paling banyak anda rakam. Adakah anda banyak merakam foto pemandangan atau potret atau aksi sukan dan sebagainya.
Berikut ini saya senaraikan beberapa jenis lensa (mengikut focal length berdasarkan crop factor 1.5X) berdasarkan kesesuaian merakam subjek tertentu.
1. Lensa sekitar 12mm–18mm sesuai untuk merakam gambar landscape atau architechture
2. Lensa sekitar 50mm–80mm sesuai untuk merakam gambar potret
3. Lensa macro sekitar 60mm-105mm sesuai untuk merakam gambar bunga atau serangga dari jarak dekat
4. Lensa sekitar 200–400mm sesuai untuk merakam foto sukan atau hidupan liar
Selain dari itu, anda perlu tetapkan berapakah bajet anda untuk membeli lensa yang anda perlukan. Jika ditanya apakah lensa apakah yang terbaik untuk dibeli, jawapan mudahnya tentulah lensa yang paling mahal adalah lensa yang paling berkualiti bagi setiap kategori lensa tertentu. Biasanya, lensa yang mahal adalah lensa yang berkebolehan memberikan bukaan aperture maksima yang besar seperti f/2.8. Lensa yang berkualiti juga biasanya ada kelebihan istimewa lain seperti VR atau IS bagi mengurangkan risiko gegaran pada foto. Jika anda tidak mampu atau rasakan kelebihan yang ditawarkan tidak begitu bermanfaat untuk anda, anda boleh beli lensa tanpa ciri-ciri ini dengan harga yang jauh lebih murah.
Sekiranya anda seorang beginners yang suka merakam subjek biasa yang ada di sekeliling anda, penggunaan kit lens sudah memadai. Anda tidak perlu terburu-buru untuk membeli lensa tambahan. Berikan sedikit masa untuk anda lihat kecenderungan anda di dalam fotografi. Selepas beberapa bulan dan setelah mengenal pasti bidang pengkhususan anda di dalam fotografi, barulah anda perlu beli lensa tambahan.
Ada orang yang lebih cenderung merakam foto potret, ada yang cenderung merakam foto pemandangan dan ada yang cenderung merakam foto objek mikro sahaja. Setelah mengenal pasti kecenderungan anda, sesuailah jika anda beli lensa berkualti (mahal) yang khusus untuk melakukan kerja mengikut kecenderungan anda. Dengan ini, pelaburan anda akan mendatangkan hasil yang berbaloi kerana lensa yang dibeli digunakan sepenuhnya dan mampu membawa anda lebih jauh dalam penghasilan karya yang berkualiti.
Seseorang yang kerap merakam objek mikro misalnya perlu membeli lensa macro berkualiti tinggi yang berharga sekitar RM3,000. Manakala seseorang yang lebih minat merakam foto hidupan liar perlu membeli lensa bersesuaian yang berkualiti seperti lensa 300mm f/2.8 yang berharga sekitar RM18,000 jika dia mampu dan sanggup berbelanja.
Nasihat saya, sebelum membeli sebarang jenis lensa tambahan, buatlah pertimbangan yang wajar tanpa terpengaruh dengan kawan-kawan. Adalah tidak wajar dari segi kewangan untuk membeli lensa baru sekadar untuk menunjuk-nunjuk, sekadar untuk mengikut perkembangan teknologi atau sekadar ingin kelihatan setaraf dengan rakan-rakan lain. Sebelum membeli sesuatu lensa tambahan, pastikan gambar yang bagaimanakah yang ingin anda dapatkan dan pastikan samada lensa yang bakal anda beli itu betul-betul boleh memberikan apa yang anda harapkan. Pastikan juga anda akan menggunakan lensa yang dibeli itu ke tahap maksima. Anda tidak perlu beli lensa yang berkualiti tinggi jika anda jarang-jarang menggunakan lensa tersebut. Untuk lensa yang jarang digunakan, anda boleh beli lensa yang lebih murah, lensa terpakai atau pinjam sahaja dari rakan-rakan.
DI PETIK DARI FOTOTEACHER.COM
DI SUSUN OLIH HAZALDIN TWBKL.

TEKNIK MENGAMBIL GAMBAR

TEKNIK MENGAMBIL GAMBAR

Seni Cahaya

I. Fotografi boleh didefinasikan sebagai satu proses rakaman cahaya.Kualiti sesuatu gambar itu bergantung kepada ketelitian kita dalam memilih cahaya yang baik.
II. Banyak jenis cahaya yang boleh diperolehi dari matahari,tetapi kadangkala kita terpaksa menunggu untuk mendapatkan satu cahaya yang berkualiti untuk gambar kita.
Potret dibawah sinaran matahari
(a) Kekuatan cahaya sebegini akan menghasilkan bayang-bayang yang jelas kelihatan di bawah hidung dan mata subjek.Bayang bayang ini amat mengganggu pemerhatian kita.
(b) Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini ialah dengan menubah posisi subjek ke tempat yang redup,dimana subjek tidak lagi diterangi oleh cahaya matahari tetapi subjek akan diterangi oleh cahaya yang terpantul dari langit.
(c) Cahaya dari langit amat luas dan ia nya tersebar.Cahaya yang tesebar tidak akan menghasilkan bayang bayang yang jelas.
(d) Katakan kita hendak mengambil gambar subjek dihadapan OBJEK yang disinari oleh cahaya matahari yang terik,kita tak perlu la mengubah posisi SUBJEK ini kerana OBJEK yang terkena sinaran matahari tadi telah memantulkan cahaya yang baik untuk SUBJEK kita.
(e) Kita akan dapat pencahayaan yang baik jika kita rajin menunggu,lihat perubahan matahari dan kesan sinaranya.Selalunya waktu awal pagi dan waktu senja adalah waktu yang amat menarik dan cahaya nya cukup seimbang antara SUBJEK dan BACKGROUND
(f) Bagi fotografer professional yang sentiasa mengejar masa,mereka akan menggunakan REFLECTOR untuk memantulkan cahaya pada SUBJEK.Pembantu fotografer yang selalu pegang reflector ini.Mereka juuga meletakan REFLECTOR bewarna perak,emas atau putih dibawah SUBJEK untuk membantu lagi pantulan cahaya Ke arah SUBJEK,lantas mengurangkan bayang bayang.
(g) Ada juga yang dipanggl Cahaya tiruan.Apabila kita menggunakan FLASH dan dihalakan ke SUBJEK,ianya akan membesarkan lagi kawasan pencahayaan itu.Cahaya dari FLASH akan mengisi dan mengurangkan bayang bayang pada SUBJEK.Proses ini dikenali sebagai FILL FLASH.
(h) FLASH elektronik mempunyai sama warna seakan akan matahari sekitar waktu tengahari.Jika kita menggunakan FLASH pada waktu ala pagi atau senja,hasilnya seperti tidak asli.Profesional mengatasi masalah ini dengan memasang GEL bewarna dihadapan FLASH.

Setting & Control

Tidak ada setting dan control yang ditetapkan.Ia berubah mengikut kreativiti dan keadaan.
Tetapi ini hanya sebagai Panduan
I. Histogram
• Histogram ialah salah satu cara untuk menentukan Imej yang dirakam mempunyai EXPOSURE(dedahan cahaya) yang cukup atau pun tidak.Kita tak perlu bergantung pada LCD kamera yang mungkin tidak tepat.
• Histogram mempamirkan secara digital maklumat dan data Imej yang dirakam.
• Ianya terdiri dari graf piksel berdasarkan kecerahan
• Jika imej yang dirakam itu gelap,Gambarajah pada graf akan lebih tertumpu pada sebelah kiri manakala jika imej yang dirakam itu gelap gambarajah akan lebih tertumpu pada sebelah kanan.
• Imej yang cukup pencahayaanya akam mempunyai graf yang sekata dimana tiada lebihan tertumpu pada kiri dan kanan graf.Graf akan menunjukan seakan sebuah bukit yang mempunyai satu puncak sahaja ditengah.
• Jika imej yang dirakam itu menunjukkan lebihan pada kiri atau kana graf,eloklah kita membetulkan nilai APERTURE & SHUTTER kita.Bagi yang tiada fungsi ini,gunakanlah EV seperti yang telah dibincangkan.
• Kebanyakan kamera sekarang sudah mempunyai fungsi histogram yang akan muncul di LCD anda sebelum anda merakam imej.Ini sangat membantu.
II. Burst Mode
• Fungsi yang membolehkan kita merakam imej dalam kuantiti yang banyak hanya dalam sesaat.
• Fungsi ini elok digunakan untuk merakam SUBJEK yang bergerak. Supaya tidak terlepas saat saat yang beharga,Terutamanya acara sukan.
• Apabila fungsi ini diaktifkan,kamera akan merakam imej SUBJEK dalam kelajuan 3 hingga 5 imej per saat.Laju bukan? Kamera dSLR mempunyai kelajuan yang lebih tinggi sekitar 9 imej sesaat.
III. Fungsi kawalan Manual,Aperture Priority dan Shutter Priority
• Dail kawalan MANUAL, APERTURE PRIORITY dan SHUTTER PRIORITY terletak diatas kamera. Dail ini tertera A/S/M pada kamera Olympus dan Nikon. Berlainan pada canon Av/Tv/M. Av untuk fungsi APERTURE PRIORITY dan Tv untuk fungsi SHUTTER PRIORITY.
• Seperti yang telah dibincangkan sebelum ini, fungsi APERTURE PRIORITY adalah untuk mengawal bukaan Lensa dan fungsi SHUTTER PRIORITY adalah untuk mengawal berapa lama SHUTTER dibiarkan terbuka.Faham tak setakat ini?
• Fungsi kedua dua ini mempunyai hubungkait untuk menghasilkan imej yang berkualiti
• Pada fungsi otomatik, Kamera akan menentukur sendiri gabungan nilai APERTURE dan SHUTTER SPEED dan kadang kadang fungsi otomatik ini tidak memberikan hasil mengikut apa yang kita inginkan.Disinilah fungsi APERTURE PRIORITY dan SHUTTER PRIORITY diperlukan.
• Kita sendiri akan mengawal nilai APERTURE bila kita menggunakan fungsi APERTURE PRIORITY manakala kamera akan mengubah nilai SHUTTER SPEED mengikut kesesuaian nilai APERTURE yang kita tentukan.Begitulah sebaliknya.
• Dalam fungsi APERTURE PRIORITY Apabila kita menggunakan nilai APERTURE yang tinggi seperti f8 atau f10,ini bermaksud bukaan lensa adalah kecil. Ini akan menyebabkan kamera memilih nilai SHUTTER SPEED yang amat rendah. Keadaan ini agak rumit sedikit jika kita mempunyai tangan yang bergetar atau jika kita tidak menggunakan tripod imej yang terhasil kemungkinan besar akan kabur.
IV. Kawalan ISO
- Terma ISO ini dibawa dari era kamera filem. Filem yang digunakan diklasifikasikan mengikut kelajuan filem iaitu nilai kepekaan filem terhadap cahaya.
- Sekarang, terma ISO masih lagi diguna pakai dan membawa maksud dan kegunaan yang sama Cuma ianya diaplikasikan ke sensor digital
- Kita kadang kadang menghadapi masalah untuk mengambil gambar dalam keadaan sekitaran yang gelap,jika gambar yang diambil itu pasti akan kabur dan gelap.Disinilah peranan ISO berfungsi,Cuma dengan meningkatkan nilai ISO dan seterusnya kita mampu meningkatkan nilai APERTURE dan nilai SHUTTER SPEED.
- ISO memberikan kita kebebasan dan kemampuan untuk merakam imej di dalam keadaan yang gelap dan pencahayaan yang tidak sekata.
- Kekurangan ISO ini terletak pada nilainya. Semakin tinggi nilai yang kita tetapkan semakin banyak NOISE yang terhasil.
- NOISE adalah biji-bijian yang terhasil pada imej yang dirakam. Juga dalam bentuk piksel halus yang bewarna yang tidak sepatutnya berada didalam imej.
- Rakamlah imej dalam beberapa nilai ISO yang berlainan dan perhatikan yang mana satu boleh diterima.
Komposisi Asas
Selain EXPOSURE(Pencahayaan) dan FOCUS yang baik,pemilihan komposisi juga memainkan peranan dalam menghasilkan imej yang berkualiti.Berikut ialah cara cara yang mudah sebelum kita menentukan komposisi.
I. FILTERING
- Filtering atau dalam bahasa Malaysia bermaksud penapisan.
- Ramai yang terlepas pandang konsep ini.
- Konsep ini sebenarnya mudah seperti “tolong alihkan pasu di belakang” atau kekiri sedikit”.
- Apabila kita melihat melalui VIEW FINDER ,tanyakan diri anda samada imej itu terlalu berserabut atau ada sesuatu yang tak kena.
- Selalunya gambar yang bagus hanya mempunyai satu idea iaitu tiada gangguan selain subjek.
- Alihkan subjek atau ubah latar belakang dan pastikan tiada unsur unsur lain yang boleh mengganggu subjek.
- Fotografi semuanya tentang komunikasi,Cuba sematkan dalam ingatan kita apa tujuan dan mengapa kita merakam imej itu.Sesuatu yang perlu disampaikan pada para penonton atau untuk diri kita sendiri.Baru dikatakan komunikasi yang berkesan.
- Ingat! Ketepikan mana yang tak perlu
II. FRAMING
- Mata kita merupakan Kurniaan ALLAH yang amat menakjubkan.Bila kita lihat pada OBJEK dengan sepenuhnya dan dengan itu hampir setiap benda di sekeliling kita seakan akan tidak wujud.Hanya OBJEK itu sahaja didalam Pemerhatian kita.
- Kamera tidak mempunyai ciri ciri sebegini.
- Jurugambar amatur selalunya hanya memberikan tumpuan hanya pada SUBJEK yang ingin dirakam. Ya,ia memang begitu dan langkah seterusnya yang patut diikuti ialah dengan memerhatikan keadaan sekeliling juga.
- Perhatikan keadaan sekeliling samada ia mempunyai hubungkait dengan SUBJEK atau tidak. Ini kerana kemungkinan elemen elemen dari luar akan memberikan impak yang lebih berkesan pada SUBJEK.
- Pernah hadapi situasi begini,setelah gambar yang kita rakam dicuci.”eh bila masa pulak ada orang lalu kat depan ni?” mesti pernahkan?. Ini kerana kita tidak begitu berhati hati dalam memerhatikan keadaan sekeliling. Jangan ulangi kesilapan itu.
III. BALANCE-THE ART OF COMPOSITION
- Kebanyakan kursus seni dan rekacipta mengetengahkan kepentingan BALANCE(keseimbangan).
- Ini hanyalah sebagai panduan untuk menghasilkan gambar yang berkualiti
(a) VISUAL WEIGHT
- COMPOSITION keseluruhanya ialah memastikan elemen elemen didalam imej tampak seimbang
- Untuk mendapatkan keseimbangan ini,Pastikan imej yang akan dirakam itu mempunyai VISUAL WEIGHT.
- Perhatikan Corak,tekstur atau kecerahan yang mana akan membuatkan imej itu menjadi tumpuan.
- Seperti contoh; sekuntum bunga merah berlatarbelakangkan pokok hijau yang gelap.sudah tentu mata kita hanya akan tertumpu pada bunga itu. contoh ini menunjukan imej ini mempunyai VISUAL WEIGHT yang terhasil disebabkan warnanya yang kontra.
(b) BALANCING ACT
- Untuk menghasilkan gambar yang seimbang, kita haruslah mengubah posisi SUBJEK itu berdasarkan VISUAL WEIGHTnya
- Kita ambil contoh keadaan seperti ini ; imej yang kita rakam itu mempunyai elemen lain yang terang,dan berada di hujung FRAME. Elemen yang terang ini akan menarik mata kita untuk memandangnya. pemerhatian kita teralih dan terganggu oleh elemen ini. Dan ini dikatakan imej yang tidak seimbang
- Jika kita berubah dari kedudukan asal dan merakam semula imej tersebut dan memastikan elemen yang terang itu berada di tengah,sudah tentu mata kita akan tertumpu di tengah.Ini dikatakan imej yang seimbang.
>(c) TYPES OF BALANCE
1) SYMMETRICAL
- Keseimbangan yang paling asas.
- Dimana elemen yang mempunyai VISUAL WEIGHT tadi berada di tengah tengah gambar.
- Elemen ini mempunyai keseimbangan yang ketara.
- apabila subjek berada diatas air. Maka akan terhasil imej yang nyata dan tidak nyata pada permukaan air itu dari tindakan pembiasan,Ini juga dikenali sebagai SYMMETRICAL BALANCE
2) ASYMMETRICAL
- Elemen yang mempunyai VISUAL WEIGHT tadi berada di luar titik tengah.
- Elemen ini tidak semestinya mempunyai hubungkait dengan pembiasan cahaya.
3) RULES OF THIRD
- Panduan yang berguna apabila kita ingin merakam SUBJEK yang berada di luar kawasan titik tengah.
- RULES OF THIRD ini juga dikenali sebagai RO3.
- Mempunyai 3 garis lintang dan 3 garis menegak,dimana untuk menghasilkan imej yang seimbang,kita bolehlah memastikan SUBJEK berada pada mana mana antara titik yang bersentuhan yang terhasil dari garis garis ini.
4) LEADING LINE
- Deretan pokok, sungai, jalan raya, pagar, bayang bayang, tali dan bermacam macam lagi yang bersambungan.
- LEADING LINE ini tidak akan terhasil jika kita tidak berhati hati dalam menghasilkanya.
- Garisan ini seharus nya membawa kita ke SUBJEK atau dari SUBJEK
- Pastikan sudut ketika merakam gambar itu sedikit kreatif dan bersesuaian.
- Mulakan LEADING LINE ini dari satu sudut imej akan memberikan impak yang cantik.
5) GOLDEN SECTION
TEKNIK MENGAMBIL GAMBAR
1. Waktu malam dan cahaya yang samar
- Ingat 3 perkara ini
I. FLASH
a. Jangan nyalakan FLASH,sebaliknya gunakan EXPOSURE yang lama.Jika mempunyai mode MANUAL,dan ubahlah setting APERTURE pada bukaan kecil dan SHUTTER SPEED yang panjang.Bagaimana jika tiada fungsi MANUAL? Jangan risau, kamera kita masih mempunyai fungsi NIGHT MODE. Walaupun pengawalan keatas fungsi ini terhad,ia tetap membantu.
II. TRIPOD
a. Gunakan tripod. Ini kerana apabila kita menggunakan SHUTTER SPEED yang panjang atau kita menggunakan NIGHT MODE ia boleh mengakibatkan gambar yang kita rakam itu kabur.Jadi penggunaan TRIPOD amatlah digalakkan. Boleh juga bersandar pada dinding atau pokok kalau kita terlupa nak bawa TRIPOD
III. TIMER
a. Walaupun TRIPOD sudah dipasang pada kamera, jari kita juga mampu untuk menggoyangkan kamera dan kemungkinan gambar yang dirakam itu akan kabur. Kita boleh elakkan ini dengan mengaktifkan fungsi TIMER.atau PEMASA
- Penetapan KAMERA
I. APERTURE
a. Guna nilai APERTURE yang kecil atau bukaan APERTURE yang besar( ingat nilai dan bukaan adalah satu benda yang berbeza)
b. Apabila kita menggunakan nilai APERTURE yang kecil, ia akan membenarkan lebih banyak cahaya akan masuk. Ini penting kerana cahaya amat kurang pada waktu malam.
c. Pilih fungsi Av atau MANUAL pada kamera anda untuk mengubah nilai APERTURE.Bukaan APERTURE yang paling besar untuk kebanyakan kamera digital kompak ialah f2.8.
II. ISO
a. ISO kamera menyukat kepekaan cahaya
b. Nilai ISO yang tinggi akan menyebabkan kamera lebih peka kepada cahaya dan akan menghasilkan GRAIN(biji-bijian) yang dipanggil NOISE(kebisingan)
c. Jika kamera kita membenarkan kita untuk mengubah nilai ISO, ubahlah pada ISO yang paling rendah untuk menambahkan lagi perincian pada gambar.
III. SHUTTER SPEED
a. Oleh kerana kita tidak menggunakan FLASH, SHUTTER SPEED akan ditetapkan pada kelajuan yang panjang ini untuk membolehkan lebih cahaya masuk.
2. Gunakan FLASH anda ketahap maksima
- Kamera kita mempunyai FLASH terbina dalam yang boleh digunakan dalam pelbagai cara kreatif
- Digunakan untuk membekalkan pencahayaan yang secukupnya apabila keadaan sekeliling malap.
- Tahap kecerahan ditentukan oleh penetapan pada kamera itu sendiri apabila nilai APERTURE dan SHUTTER SPEED dipilih. Dan kebanyakan kamera akan mengaktifkan FLASH apabila difikirkan perlu. Kebiasaanya apabila SHUTTER SPEED jatuh pada tahap selamat (iaitu keadaan dimana nilai SHUTTER SPEED yang panjang dan boleh mengakibatkan gambar yang dirakam kabur) sekitar 1/30 sec.
- Kamera yang canggih juga akan dapat mengesan keadaan dimana apabila seseorang itu dikelilingi oleh cahaya-cahaya di belakang seseorang itu contohnya,FLASH akan diaktifkan untuk mencerahkan bahagian yang gelap itu dan ini dipanggil FILL in FLASH.
- Walaubagaimanapun terpulang pada daya kreatif kita untuk memilih jenis jenis FLASH yang tersedia ada didalam kamera kita.
Antara jenis jenis FLASH itu ialah
a. FLASH on- Boleh digunakan apabila kita mahu FLASH sentiasa aktif di setiap gambar yang dirakam.
- Seperti contoh abila kita merakam gambar seseorang yang berada di bawah cahaya matahari yang terik dan matahari sedikit kebelakang,sudah tentu cahaya lebih tertumpu pada bahagian belakang orang itu dan bahagian hadapan sedikit gelap. apabila kita menggunakan FLASH ketika ini; kita akan memberikan cahaya pada hadapan orang itu dan ini akam membuatkan gambar yang dirakam itu kelihatan lebih elok dan menarik.(masih ingat FILL in FLASH?)
- Ia juga boleh digunakan untuk menghasilkan kilauan pada mata sesorang.teknik ini dikenali sebagai CATCH LIGHT.
- Mengurangkan bayang bayang pada bahagaian bawah hidung dan mata seseorang
b. FLASH AUTO
- satu penggunaan FLASH yang ringkas dan mudah.
c. FLASH off
- Diperlukan ketika merakam gambar matahari terbenam atau merakam gambar bagunan yang bercahaya pada waktu malam
- Dalam kebanyakan keadaan, kamera mentafsirkan bahawa keadaan cahaya kurang dan ia akan mengaktifkan fungsi FLASH kepada AUTO. Keadaan ini sesuai jika SUBJEK yang ingin dirakam itu berada 2 atau 3 meter dari kita, tetapi bagaimanapula dengan SUBJEK matahari tenggelam dan bangunan yang jauh itu? Jadi penggunaan FLASH ketika ini tidak diperlukan.(sila rujuk kembali teknik mengambil gambar pada waktu malam)
d. RED eye REDUCTION
- Membantu untuk mengurangkan kesan RED EYE
- Kesan RED EYE ialah disebabkan cahaya FLASH mencerahkan saluran darah pada mata dan cahaya ini terpantul semula dan menghasilkan mata seakan akan PONTIANAK.takut tak?
- Sama juga keadaanya kepada kucing yang comel dan anjing tetapi hasilnya berlainan sedikit dengan mata yang bewarna hijau dan besar.
- Kesan ini juga boleh dikurangkan dengan menjauhkan sedikit jarak kamera dan SUBJEK. Tetapi jarak liputan FLASH akan berkurangan.
- Walaupun kesan ini tidak boleh dielakan apabila FLASH dinyalakan tetapi ia boleh dikurangkan dengan mengubah saiz anak mata supaya kesan kemerahan ini boleh dikurangkan.
- Caranya ialah dengan membiaskan mata dengan cahaya yang terang supaya anak mata itu mengecil. Ini dilakukan dengan pelbagai cara antaranya ialah dengan menggunakan lampu selama beberapa saat sebelum gambar diambil.
- Ataupun kita boleh meminta SUBJEK untuk melihat cahaya pada Telefon bimbit atau pemetik api terlebih dahulu.
e. SLOW SYNC
- Jurugambar menggunakan fungsi ini untuk kebebasan berkreatif
- Ia akan memancarkan cahaya dari FLASH dengan menggunakan SHUTTER SPEED yang panjang
- Bagus untuk merakam gambar matahari tenggelam dan apabila kita mahu keadaan suasana di hadapan kelihatan cerah juga.
- Sesuai juga untuk merakam gambar kereta atau motorsikal yang sedang bergerak dan latarbelakang yang kabur
3. Merakam Imej yang bergerak
- Pelbagai situasi yang kita boleh tentukan untuk merakam imej yang bergerak
- Samada ahli sukan sedang berlari menuruni bukit atau burung yang sedang menyambar ikan di sungai
- Kita boleh tentukan hasilnya mengikut kretiviti kita sendiri
a. Membekukan pergerakan
- jika kita ingin membekukan imej subjek yang sedang bergerak,kita perlu menggunakan SHUTTER SPEED yang singkat(laju)
- sekurang kurangya saya akan menggunakan SHUTTER SPEED 1/300 untuk membekukan imej keseluruhanya
- adakalanya imej subjek yang ingin dirakam itu sangat laju seperti kereta lumba,dan kita harus menggunakan SHUTTER SPEED yang lebih tinggi seperti 1/1000
- ini tidak akan menjadi masalah kerana kebanyakkan kamera sekarang mempunyai SHUTTER SPEED yang laju sehingga 1/8000
b. Pergerakan Kabur untuk keseluruhan pemandangan
- Jika kita ingin menghasilkan gambar yang kabur yang menunjukkan kelajuan sebuah kereta itu,haruslah kita menggunakan SHUTTER SPEED di bawah 1/100.
- Teknik ini amat berhasil apabila kita lakukan ia ketika latar belakangya mempunyai cahaya dari pelbagai warna
- Ia juga sesuai ketika di mengambil gambar alam semulajadi,pokok yang sedang ditiup angina dan air sungai yang sedang mengalir deras.
- Kombinasi kabur dan permainan warna akan menghasilkan gambar seolah olah ianya dilukis.
c. Panning
- Imej yang hanya kabur di bahagian belakang tetapi SUBJEK tidak kabur
- Teknik ini amat rumit dan memerlukan kesabaran dan kemahiran.
- Menggunakan SHUTTER SPEED yang panjang dan menggerakkan kamera mengikut pergerakan yang sama seperti SUBJEK
- Apabila dilakukan dengan betul ia akan menghasilkan imej SUBJEK yang jelas dan imej BACKGROUND yang kabur,ini seolah olah menonjolkan pergerakan sesuatu SUBJEK itu.
- Latihan perlu untuk menguasai teknik ini
- Gambar yang mengaplikasikan teknik ini selalunyai memenangi pertandingan fotografi
d. Pergerakkan kabur hanya untuk subjek sahaja
- Selalunya diaplikasikan ketika waktu malam dengan kombinasi cahaya dari lampu kereta dan sebagainya.
- Kita sudah pastinya selalu melihat gambar yang merakam hanya satu garisan cahaya di atas jalan.
- Perlu menggunakan TRIPOD ini kerana kita menggunakan SHUTTER SPEED yang lama
4. Gambar potret yang bagus
- Kita semua boleh merakam imej potret Cuma yang membezakanya ialah cantik atau tidak.
- Bagaimanapula nak menghasilkan gambar potret yang berkesan?
a. Apa itu potret?
- Potret menggambarkan fizikal SUBJEK terutamanya pada bahagian muka.
- potret yang baik tidak hanya menggambarkan keadaan fizikal sesorang itu malah ia juga mencerminkan sifat dan karakter .
b. Pendedahan Karakter
- Potret yang baik sekurang kurangnya mendedahkan satu elemen personality SUBJEK.
- Antaranya perangai, tabiat pelik atau keadaan yang membezakan SUBJEK itu dengan yang lain.
- Mungkin ramai juga antara kita sebelum ini telah mengambil imej bapa,emak, adik, kekasih kita dan menganggap gambar itu sudah cukup baik. Benarkah?
- Sebenarnya kita hanya mengambil gambar SUBJEK yang hanya menunjukkan keadaan fizikal,bagaimana pula dengar sikap dan karakter SUBJEK itu?
- Bagaimana pula jika kita mengambil gambar SUBJEK yang tidak dikenali? Ia memang sesuatu yang mencabar.
c. Bagaimana kita ingin mendedahkan Karakter?
- kita semua menonjolkan dan meluahkan perasaan dengan cara yang berbeza. Dan ada diantaranya meluahkanya dengan cara yang samar samar.
- Kita perlu memahami SUBJEK dengan memerhati cara SUBJEK bertindak,sikap,reaksi,ekspresi, pergerakan badan dan sebagainya. Dari sini kita boleh menentukan bagaimana cara yang terbaik untuk merakam SUBJEK.
- Komunikasi yang berkesan membantu kita dalam menghasilkan Potret yang baik
- Berbual dengan SUBJEK tentang hobi, berita terkini atau apa apa pun
- Komunikasi akan membuatkan SUBJEK lebih tenang dan rasa tidak terganggu. Sudah semestinya imej yang bakal dirakam itu nanti nampak lebih natural.
- Cuba cari jalan untuk memastikan SUBJEK tidak rasa terganggu.
d. Waktu yang sesuai untuk merakam potret
- Ketika SUBJEK berada dalam kedudukan yang selesa dan apabila kita sudah bersedia untuk merakam.
- Imej potret tidak harus dirakam dalam keadaan kelam kabut
- Jangan juga merakam SUBJEK ketika dalam keadaan keduanya duanya senyap.
- Jangan sesekali menamatkan komunikasi hanya kerana kita sudah selesai merakam imej SUBJEK. Jika sesi itu kelihatan seperti baik, teruskan dan ini akan menambahkan keyakinan SUBJEK dan sudah tentu imej yang bakal dirakam akan kelihatan lebih menarik.
- Merakam imej SUBJEK ketika mereka bercakap akan menghasilkan gambar yang menarik dan akan mendedahkan ekspresi.
- SUBJEK tidak perlu tersenyum untuk menjadikan ianya potret yang baik.
e. Faktor yang lain
- Banyak lagi faktor yang mempengaruhi keberkesanan sesuatu potret itu. Tetapi yang terutamanya tentulah pengawalan dari jurugambar yang menjadi asas.
- Kawal keadaan dan bukan SUBJEK yang mengawal kita.
- Persiapan awal harus ada.
- Keyakinan dalam sesi dan tenang kerana sikap kita ini akan mempengaruhi SUBJEK
- Ingat! Kita merakam potret SUBJEK dan bukan keadaan di sekelilingya
- Imej yang dirakam haruslah mengetengahkan suasana, personality dan karakter yang akan memberikan gambaran SUBJEK itu.
f. Lokasi
- Jika tidak mempunyai studio, tumpukan perhatian pada potret persekitaran.
- Ketengahkan SUBJEK dan juga keadaan sekelilingya tetapi jangan sampai menenggelamkan SUBJEK.
- Gunakan nilai APERTURE yang besar untuk memberi tumpuan pada SUBJEK.
g. Pencahayaan
- Gunakan fungsi SOFT FLASH.
- Cahaya dari tingkap atau lampu di sekeliling.
- Cahaya matahari mampu memberikan pencahayaan yang sempurna
- Waktu redup memberikan pencahayaan yang sekata manakala matahari yang terik kadangkala memerlukan kita menggunakan REFLECTOR untuk mengelakkan bayang bayang yang keras. Ini sama seperti konsep FILL in FLASH.
5. Gambar Lanskap yang bagus
- Tempat yang tinggi selalunya memberikan pengawalan pemandangan.Jika kamera anda mempunyai fungsi MANUAL, gunakan APERTURE f11 atau f16 untuk memastikan keseluruhan pemandangan adalah dalam keadaan fokus.
- Awal pagi dan lewat petang adalah masa yang sangat sesuai untuk merakam imej lanskap. Ini kerana pada ketika ini, sudut pencahayaan matahari adalah rendah dan akan menghasilkan bayang bayang dan tekstur yang menarik.
- Kebiasaanya lanskap yang menarik tidak mudah didapati di tepi jalan,sebaliknya perancangan awal dengan membuat rujukan di laman web tentang lokasi yang menarik adalah satu tindakan yang bijak.
- Lensa jarak luas selalunya digunakan untuk Lanskap ini kerana ia memberikan lebih luas pemandangan dan menghasilkan perspektif. Terdapat satu alat yang dipanggil “WIDE ANGLE LENS CONVERTER” di pasaran. Alat ini dipasang pada hadapan lensa untuk menghasilkan imej luas seakan akan kita menggunakan WIDE ANGLE LENS.
- Imej lanskap akan lebih menarik jika satu elemen di hadirkan sebagai FOREGROUND untuk menghasilkan satu kesan “jarak” atau perspektif yang menarik.Pastikan kita guna APERTURE kecil untuk mengelak imej menjadi kabur.
- Pastikan kita tidak lupa untuk membawa TRIPOD, ia untuk mengelakan gambar menjadi kabur. Dapatkan TRIPOD yang ringan kerana kita akan menggunakan tenaga untuk mencari lokasi yang lebih menarik.
- Cari lokasi yang membolehkan kita abaikan bahagian atas dan bahagian bawah untuk menghasilkan imej yang lebih dramatic seakan akan komposisi panorama “LETTERBOX”
- Gunakan POLARIZING FILTER untuk menggelapkan sikit langit dan meninmbulkan sedikit warna pada lanskap.( FILTER ini boleh dikatakan harus ada untuk setiap fotografi lanskap)
- Gunakan HYPERFOCAL DISTANCE untuk mendapatkan SHUTTER SPEED yang singkat dan DEPTH OF FIELD yang hebat. HYPERFOCAL DISTANCE membolehkan kita merakam lanskap yang jelas dari FOREGROUND sehingga BACKGROUND. Ia lebih bagus dari menetapkan jarak fokus lensa pada infiniti.
- Jika kamera kita mempunyai pilihan untuk merakam gambar dalam format RAW pastikan kita menetapkan dalam format ini selain JPEG. Format RAW sudah tentu akan menggunakan ruang yang besar dalam MEMORY CARD tetapi ia tidak akan melakukan perubahan pada resolusi imej seperti JPEG. Format RAW membolehkan kita mengolah gambar pada tahap yang lebih selesa dengan menggunakan perisian seperti ADOBE PHOTOSHOP.
- Lain dari yang lain. Hasilkan imej lanskap anda dalam keadaan yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Jurugambar yang cekap boleh menghasilkan imej yang sama seperti orang lain, tetapi jurugambar yang hebat menghasilkan imej yang unik. Elakan imej yang sudah basi. Cuba sudut yang berlainan seperti sudut rendah. sudut pandangan dari mata haiwan mungkin nampak lebih dramatik
- Hasilkan gambar yang mempunyai cerita. Cari tema, frasa kata, dan sudut penglihatan yang akan menerangkan segala galanya.
6. Fotografi Seni bina (architecture)
- Kunci bagi imej senibina yang menarik ialah dengan memahami apa itu imej DISTORTION(herotan) dan pemilihan waktu yang sesuai untuk merakam.
- Garisan dinding samada melintang atau menegak kadang kadang nampak DISTORT(herot) ini disebabkan oleh sudut yang tidak sesuai ketika merakam dan penggunaan alatan yang tidak betul.
- Jika kita merakam gambar bangunan yang tinggi, elakan merakam dari sudut bawah ini kerana bahagian bawah bangunan akan kelihatan lebih besar berbanding bahagian atas. Cari lokasi yang tinggi kalau boleh untuk sudut yang lebih baik.
- Pencahayaan yang berbeza juga menghasilkan suasana yang berbeza. Jika bangunan itu tidak dapat pencahayaan yang secukupnya ketika waktu siang, mungkin pada waktu malam lebih baik cahayanya. Pastikan juga imej yang dirakam itu mempunyai cerita yang boleh disampaikan. Seperti blok pejabat yang hanya mempunyai satu ruang bilik sahaja yang bercahaya.
- Cahaya tepi akan menghasilkan bayang bayang yang lebih dramatik di hadapan manakala cahaya dari belakang pula akan menghasilkan imej siluet.
- Kebanyakan gambar bangunan yang cantik dirakam ketika waktu malam dan ketika masih ada cahaya sedikit di langit. Kita tidak perlukan peralatan kamera yang mahal untuk menghasilkan imej yang cantik. Jangan lupa TRIPOD.
7. Tempat yang menarik dan sekitarnya
- Suasana ketika Matahari terbit dan matahari tenggelam akan memberikan bayang bayang yang panjang,pencahayaan yang unik dan bermacam macam warna yang akan timbul.
- Jika kita sudah memilih lokasi,pastikan kita tiba awal ketika matahari baru hendak terbit sama juga ketika 15 minit sebelum matahari tenggelam.
- Fotografi banyak mengajar kita erti kesabaran. Pastikan keadaan sekeliling,lihat sekali lagi dan rakam. Tunggu sehingga orang ramai dan cahaya yang secukupnya. Pastikan sudut yang berlainan. Kekalkan imej kita seringkas yang mungkin untuk menarik pandangan pada SUBJEK.
- Gunakan peraturan komposisi seperti RULES OF THIRD, GOLDEN SECTION dan sebagainya. Berkemungkinan kita akan menghasilkan gambar yang lebih dinamik, seimbang dan harmoni.
- Gunakan SHUTTER SPEED yang panjang untuk menghasilkan pergerakan pada imej jika perlu
- Pastikan gambar yang ingin kita rakam itu menceritakan suasana tempat dan keadaan sekitarnya.
8. Still Life ( hidupan pegun)
- Rakaman imej jenis ini selalunya dirakamkan di ruang dalam. Kita perlukan lampu yang baik. Tingkap selalunya memberikan pencahayaan yang cukup dari matahari.
- Haruslah berhati hati apabila kita menggunakan FLASH terbina dalam kamera. Semakin dekat FLASH dengan SUBJEK akan menghasilkan pencahayaan yang agak terang. Gunakanlah tisu untuk mendapatkan pencahayaan dari FLASH yang lebih tersebar.
- Jika kita menggunakan cahaya dari matahari, berkemungkinan kita perlu untu menetapkan SHUTTER SPEED pada waktu panjang. Gunakan TRIPOD dan TIMER. Jangan lupa untuk mengimbangi cahaya dengan meletakkan sekeping kertas bewarna putih di bahagian bertentangan untuk memantulkan cahaya.
- Mulakan merakam gambar hidupan pegun dengan kuantiti yang kecil. Mulakan dengan satu SUBJEK. Perhatikan bagaimana cahaya mempengaruhi SUBJEK. Tambahkan elemen yang lain untuk komposisi yang berlainan. Teruskan dengan cara ini sehingga kita berpuas hati.
- Semasa merakam SUBJEK, selalu fikirkan tentang kontra warna, sifat sifat cahaya dan tekstur.
- Perhatikan Latarbelakang. Latarbelakang akan menghasilkan kontra warna. Latarbelakang yang baik juga akan membantu untuk menonjolkan lagi SUBJEK. Latar belakang yang kurang elok akan menenggelamkan SUBJEK.
- Kain baldu hitam akan menyerap cahaya dan ianya boleh digunakan apabila kita tidak mahu sebarang pantulan cahaya pada SUBJEK.
- Rakam gambar yang berinspirasi. Bagaimana? Dengan meneliti jenis cahaya dan bayang bayang. Fikirkan tentang tajuk lagu dan luahkan ia dalam bentuk gambar. Judul buku atau pun peribahasa juga membantu.
- Jika kita mempunyai perisian yang membolehkan kita untuk mengolah gambar, gunakan ia. Olah mengikut konsep yang bertema.
- Praktiskan lebih banyak tentang pemahaman komposisi dan pencahayaan. Jangan gusar jika imej yang kita rakam tidak menjadi, sebaliknya belajarlah dari kesilapan.
9. Makro atau jarak dekat
1) Pilih MACRO MODE pada kamera anda
- Ramai antara kita yang kurang peka dengan kehadiran fungsi ini. MACRO MODE diwakilkan dengan symbol bunga kecil.
- Terdapat dua pilihan pada MACRO MODE, samada kita memilih untuk memfokus SUBJEK pada jarak yang begitu hampir dengan lensa atau pada keadaan biasa.
- MACRO MODE selalunya akan mengingatkan kita bahawa pengunaan APERTURE yang besar adalah digalakkan supaya BACKGROUND dapat dipisahkan antara SUBJEK.
2) Gunakan TRIPOD
- TRIPOD amat berguna untuk mengelakkan gambar kita dari kabur dan membenarkan kita mencuba pelbagai komposisi yang berlainan
3) APERTURE
- Kebanyakan kamera tidak banyak memberikan pilihan untuk mengubah fungsi yang lain semasa fungsi MACRO dipilih. Tetapi jika kamera kita membenarkan untuk mengubah nilai APERTURE ia sudah cukup bagus sebenarnya.
- Dalam topic pembelajaran kita tentang APERTURE, fungsi APERTURE ialah untuk mendapatkan DEPTH OF FIELD. Dalam konteks ini, sila pilih APERTURE yang besar(nilai APERTURE kecil) jika kita mahukan DEPTH OF FIELD yang besar dalam erti kata lain hanya SUBJEK yang diinginkan sahaja dalam keadaan FOKUS atau pilih APERTURE yang kecil(nilai APERTURE besar) untuk menghasilkan keseluruhan imej dalam keadaan FOKUS dari FOREGROUND hingga ke BACKGROUND.
- Dalam MAKRO fotografi selalunya APERTURE yang besar(nilai APERTURE kecil) digunakan.
4) PemFOKUSan
- MAKRO fotografi memerlukan pemfokusan yang baik. Terutamanya ketika kita menggunakan APERTURE yang besar dimana hanya SUBJEK sahaja dalam keadaan FOKUS.
- Jika kamera kita mempunyai fungsi untuk mengubah jarak FOKUS secara manual, gunakan ia untuk menentukan titik FOKUS yang agak menarik.
5) Komposisi
- Ingat kembali undang undang dalam Komposisi seperti RULES OF THIRD dan seterusnya.
- Pastikan imej yang akan terhasil itu nanti mempunyai titik penting yang mampu menonjolkan SUBJEK. Pastikan juga SUBJEK itu berada pada kedudukan yang sesuai. Latarbelakang juga memainkan peranan yang penting.
6) FLASH
- Dalam MAKRO fotografi, pencahayaan adalah penting. Samada pencahayaan asli atau tiruan dapat mempengaruhi suasana.
- Jika kamera kita membolehkan kita untuk mengubah nilai kekuatan cahaya dari FLASH, ubah lah ia mengikut kesesuaian jarak SUBJEK dan lensa.
- Gunakan tisu dan diletakkan di hadapan FLASH untuk mendapatkan Cahaya yang lebih tersebar.
- Dapatkan kertas A4 atau seumpamanya untuk bertindak sebagai REFLECTOR bagi mengimbangi cahaya.
- Cubalah bereksperimen dengan cahaya.
7) Rakaman Imej
- Setelah gambar MAKRO dirakamkan, pastikan kita melihat terlebih dahulu hasilnya pada monitor LCD di belakang kamera. Pastikan imej yang dirakam itu berada dalam keadaan jelas dan tidak kabur.
- Cuba bereksperimentasi dengan cahaya yang berlainan, gunakan APERTURE yang berlainan, komposisi dan titik fokus untuk mendapatkan imej yang terbaik.
8) MACRO LENS ATTACHMENT
- Sesetengah kamera digital mempunyai aksesori yang boleh ditambah dihadapan lensa.
- Ini untuk membantu dalam memudahkan MAKRO fotografi. Aksesori ini akan membesarkan imej yang akan kita rakam itu dan membolehkan kita untuk merapatkan lagi jarak SUBJEK dan lensa
9) SELF TIMER
- Penggunaan SELF TIMER dan TRIPOD membantu kita untuk memastikan imej yang akan dirakam itu berada dalam keadaan yang jlas sekali. Bebas dari goyangan yang akan menyebabkan imej MAKRO kabur.
10. Haiwan
a. Pencahayaan
- Pencahayaan yang menarik ialah cahaya semulajadi iaitu matahari. Jika haiwan itu adalah haiwan perliharaan kita, seelok eloknya bawalah ia keluar dari rumah atau sebagainya.
- Cahaya dari tingkap juga membantu.
- Posisikan atau ubah kedudukan haiwan itu supaya ia dapat menggunakan cahaya dengan optimum. Cahaya dari belakang dan sedikit ke sisi adalah satu pemilihan yang baik.
- Elakkan dari cahaya matahari langsung. Ini kerana ia akan mengubah warna,kontra dan tekstur semulajadi haiwan itu. Sebaliknya cuaca mendung yang terang adalah satu pilihan juga.
- Jangan gunakan FLASH kerana ia akan menghasilkan kesan RED EYE dan mengherotkan bayang bayang dan perincian haiwan kesayangan kita itu. Melainkan jika haiwan kesayangan kita itu memakai kot hitam, dan haruslah kita menggunakan flash.
b. Komposisi
- Rakam dari aras yang sama dengan haiwan kita.
- Jangan memaksa ia untuk mendongak melainkan kita berniat untuk merakam imej sebegini.
- Jangan tunggu sehingga haiwan kesayangan kita datang kepada kita, sebaliknya kita perlu mendekatinya untuk memastikan haiwan kesayangan kita itu berada dalam keadaan selesa. Bayangkan kita berada dalam dunia mereka. Walaupun kita terpaksa berbaring atas rumput atau lantai sekalipun. Komposisi ini sangat bagus apabila kita ingin merakam potret penuh.
- Rakam seberapa imej potret yang boleh dengan menggunakan fungsi ZOOM dan cuba pastikan potret wajah haiwan kesayangan kita memenuhi setiap ruang gambar.
- Dapatkan bantuan rakan atau ahli keluarga untuk memegang haiwan kesayangan kita supaya kita dapat mengubah posisi dan sudut pandangan yang berbeza.
c. Personaliti
- Pastikan haiwan kesayangan kita berada dalam keadaan selesa. Kehadiran kamera boleh mengganggu ia.
- Dengan bantuan rakan dan ahli keluarga, kita boleh mengubah perhatian haiwan kesayangan kita dan jadikan ia leka.
- Rakam ekspresi dan karakter haiwan kesayangan kita. Jika ia gembira, cuba rakamkan imej yang menunjukan senyuman mereka walaupun dalam versi mereka sendiri.
- Sediakan alat mainan seperti bola atau tikus dan sebagainya. Letakan mainan ini betul betul di hadapan kamera dan biarkan mereka mencuba untuk mendapatkanya. Anda akan merakamkan saat yang paling baik sekali.
- Cuba untuk menghasilkan bunyi yang akan menarik perhatian mereka.
11. Abstrak
- menggunakan warna dan corak untuk menghasilkan imej yang tidak mempunyai maksud sebenar. Tiada SUBJEK.
- Mengetengahkan corak dan tekstur tidak seperti jenis fotografi yang lain yang ada SUBJEK.
- Menghasilkan imej abstrak adalah senang Cuma untuk mendapatkan imej abstrak yang baik sedikit sukar.
- Cara yang senang untuk menghasilkan imej abstrak ialah dengan menggunakan air yang mengalir. Gunakan SHUTTER SPEED yang panjang untuk menghasilkan imej yang seakan bergerak. Tetapi adakah imej yang akan terhasil ini akan nampak menarik?
- Peranan cahaya amat penting, dengan keadaan matahari sedikit condong ke bawah akan menghasilkan warna yang menarik. Gunakan perisian ADOBE PHOTOSHOP dan seumpamanya untuk menghasilkan warna yang berlainan kemudian.
- Merakam imej bendera yang sedang berkibar ketika ditiup angin dengan menggunakan SHUTTER SPEED yang panjang juga akan menghasilkan imej abstrak.
- Penuhkan ruang gambar anda.
- Imej bunga yang diambil dengan jarak dekat dan dipenuhkan ruang gambar juga menghasilkan imej abstak yang baik.
- Kemana dan di mana juga kita berada, pasti ada sesuatu yang boleh kita jadikan imej abstrak. Warna, corak dan tekstur adalah elemen utama dalam imej abstrak.
- Tiada peraturan atau undang undang dalam menghasilkan imej abstrak. Gunakan daya imiginasi kita bersama keadaan sekeliling untuk menghasilkan imej abstrak yang baik.